![]() | ||||
| Undangan Dharma Shanti Nasional |
April 6, 2013
Undangan dan Susunan Acara Dharma Shanti Nasional Tahun 2013 Istora Senayan, Jakarta.
April 5, 2013
Hari Raya Kuningan dan Piodalan Pura Dalem Purnajati
December 10, 2011
Mendak Tirta ke Candi Jiwa
Mendak Tirta di Candi Jiwa menjadi lebih berwarna karena dipandu langsung oleh Romo Jati. Rombongan yang ikutpun lumayan banyak, sekitar 26 orang 'pengiring' dari berbagai kalangan dan usia. Mulai dari Pengurus inti Parisada Jakarta, KPSHD dan simpatisan... termasuk satu anak yang baru berusia 2 tahun 6 bulan ikut hadir dengan gelora semangat yang luar biasa :)
Kami tiba sekitar pukul 12 malam dan langsung mempersiapkan sarana dan prasarana persembahyangan. Suasana hening mulai menyelimuti saat Romo Jati mulai menguncarkan mantra, alunan merdu mantra yang mengumandang disertai suara jangkrik dan binatang malam sungguh membuat segar suasana batin.
Selesai persembahyangan dan nunas Tirta, Romo Jati berkenan memberikan sedikit wejangannya pada kami terkait makna dan tujuan Leluhur kita membudayakan tradisi Mendak Tirta.
Terima kasih Romo Jati.., Terima kasih Banjar Jakarta Utara yang mendukung penuh kegiatan ini, terima kasih Parisada Jakarta yang berkenan bergabung dan rekan2 semua yang telah dengan sukarela ikut urun dana dan tenaga hingga acara ini berjalan sebagaimana mestinya. Semoga Hyang Widhi senantiasa melimpahkan Anugerahnya bagi kita semua.
November 8, 2011
Segera Terbit Buku baru AGF
Buku ini adalah buku ke-3 yang diterbitkan oleh AGF. Dua buku sebelumnya adalah "108 Tips Renungan Meditasi" dan "Di Kaki Padma Sang Guru Sejati" .
kalian bisa saja bermain-main dengan meditasinya akan tetapi itu tak punya arti
- seperti orang-orang yang pergi ke Timur itu,
yang menemui beberapa guru,
yang akan memberi tahu mereka,
bagaimana duduk, bagaimana bernafas,
memberi tahu mereka apa yang mesti dilakukannya,
memberi tahu mereka ini dan itu,
dan yang sekembalinya menulis sebuah buku,
yang semuanya omong kosong belaka.
- J. Krishnamurti
Buku-buku dari AGF tidak diperjual belikan, para peminatnya dapat menghubungi para penghubung yang terdekat, sebagai berikut :
* Padang dan sekitarnya: Iskandar Effendi / iskandar.effendi@gmail.com / 087895476376.
* Jakarta dan sekitarnya: Adji Mudhita / adji.mudhita@gmail.com / 0811937277.
* Tangerang dan sekitarnya: Reggie / regy.79@gmail.com / 0816770001.
* Bekasi dan sekitarnya: Nengah Suijaya / pritasi@yahoo.co.id / 08129575132.
* Yogyakarta dan sekitarnya: Aris Widodo / danadyaksa06@yahoo.com / 08176099320.
* Surabaya dan sekitarnya: Ikha Kurniawan / red_ikha@yahoo.com / 0816596909.
* Bontang dan sekitarnya: Kadis Satria / kadis_btg@yahoo.co.id / 081253463996.
* Medan dan sekitarnya: Komang Agus Aryawan / bhairava.arya@gmail.com / 085936118499.
* Batam dan sekitarnya: Cayzein Okinawa Chen / ch3n_ik_wi88@yahoo.com / 08192032656.
* Denpasar dan sekitarnya: Sekretariat AGF / anattagotama@gmail.com / 0361 228434.
* Khusus peminat yang berdomisili di luar-negeri : Reggie / regy.79@gmail.com / 0816770001
Semoga informasi ini bermanfaat adanya.
Persaudaraan dalam Kasih selalu,
Anatta~Gotama Foundation.
March 23, 2011
NgAYaH
- Efek Kesehatan - Bila yang dikerjakan termasuk kategori berat, seperti angkat pasir, memindahkan batu bata (hitung2 olahraga.. hehehe)
- Efek Ceria - Seruwet apapun persoalan baik dikantor ataupun dirumah saat membaur dengan pengayah lainnya pasti sirna dan berganti keceriaan.
- Efek Kecerahan Batin - Setiapkali ada kegiatan 'NgAYaH' Pinisepuh yang hampir tidak pernah absen adalah Bp. Made Lanus. Beliau tak hanya pandai memotivasi pemuda untuk bahu membahu menyelesaikan pekerjaan, namun juga tak henti-hentinya memberikan wacana-wacana spiritual (sambil 'NgAYah'... sambil dengerin Dharma Wacana..)

February 20, 2011
Membuat Ogoh-ogoh
April 20, 2010
Kesempatan Berdana Buku

Saudara-saudariku yang budiman,
Puji syukur, buku pertama: 108 Tips Renungan Meditasi, mendapat sambutan yang sangat mengesankan dari para peminat spiritual dan meditasi. Sampai saat ini, kami telah menyalurkan tak kurang dari 500 eksemplar kepada Saudara-saudari peminatnya.
Dan kini, kami, Anatta~Gotama Foundation, dalam waktu dekat kembali mendistribusikan secara cuma-cuma buku kedua: Di Kaki Padma Sang Guru Sejati.*
Nah... untuk itu, kepada para Dermawan yang berniat berdana, atau Saudara-saudari yang berniat memanfaatkannya di perpustakaan atau kalangan masing-masing, silahkan menghubungi kami lewat:
1. Regy Gie Ciu / regy.79@gmail.com / 0816 77 0001; atau
2. Adji Mudhita / sangwaktu@gmail.com / 0811 937 277; atau
3. Moderator milis BeCeKa / beceka-owner@yahoogroups.com
Atas partisipasinya ini, sebelumnya, kami ucapkan banyak-banyak terimakasih.
Salam Persaudaraan dalam Kasih selalu.
March 1, 2010
WINTEN SARASWATI

November 24, 2009
Ksatria
Seorang satria tanpa kuda berlari,
telusuri jalan terjal berliku nan terjal dan penuh duri
demi satu asa, istana impian hati
Napas mulai memburu, terengah..
namun ia tak jua jengah, terlebih putus asa
meski rasa lelah tak terbantah
Sesaat ia memperlambat langkahnya
sambil menanggalkan pakaian perangnya,
langkahnya lebih ringan sekarang
beban pakaian itu demikian berat,
hingga menghambat gerak langkahnya
Seorang Ksatria tanpa kuda dan pakaian perang berlari,
telusuri jalan berliku nan terjal dan penuh duri
demi satu asa, istana impian hati
Peluh telah banjiri sekujur tubuh,
ragapun mulai tampak lusuh,
namun tak jua muncul keluh,
ia tetap teguh
pancangkan tekad dengan kukuh
Kembali ia memperlambat langkah,
sambil menanggalkan pedang pusakanya,
langkahnya semakin ringan
Seorang satria tanpa kuda, pakaian perang dan pedang pusaka
tak lagi berlari,
ia berjalan...
telusuri jalan berliku nan terjal dan penuh duri,
demi satu asa, istana impian hati
Ia berjalan tanpa ambisi,
Ia berjalan bukan lantaran perintah sang raja,
Ia berjalan karena memang harus berjalan,
tak penting lagi baginya, akankah ia tiba di istana impian itu
atau justru mati sebelum tiba
yang ia tahu.., ia harus tetap berjalan.
Jakarta, 30 Oktober 2009
November 15, 2009
Tembang Panca Panugrahan
Nyeri.., pedih.., panas.. membaur jadi satu
Sudah kuduga memang sejak beberapa hari lalu
Bahwa raga usang ini akan tergolek
Namun sama sekali tak ku sangka bahwa penyakit yang mendera
Justru penyakit menjijikan yang sangat menular
Dalam setian EranG kesakitanku
Aku masih berharap ada makna yang dapat kupetik dari semua ini
Tanya demi Tanya kulontarkan bagi diri
Agar layak kudendangkan kidung syukur
Dari setiap rintihanku
Akhirnya kutemukan jawabnya
Dan kidung syukurpun memang harus ku lantunkan
Lantaran apa yang semula kuanggap derita ini
Sesungguhnyalah sebuah AnuGeRah yang luar biasa
Dan aku mendapat keuntungan berlipat darinya
August 28, 2009
DIBALIK KEINDAHAN PURA GEGER

Penyarikan sebagai tempat menyembah Ida Dalem Gunung Raung yang oleh warga awam setempat diyakini sebagai pangabih (penjaga) Danghyang Nirartha. Pada sisi utara, di sebelah barat padmasana, juga ada meru tumpang tiga sebagai stana Sanak Dalem Satria. “Kehadiran meru tumpang tiga ini berkaitan erat dengan perjalanan salah seorang keluarga Raja Badung,” ungkap Mangku Sania. Berdasarkan cerita tetua yang sempat didengar Mangku Sania, dulu, konon ada seorang keluarga Raja Badung (kini Puri Satria, Denpasar) pernah bersalah di kerajaan. Merasa bersalah, orang ini lari meninggalkan kerajaan menuju Bali selatan hingga sampai di Pura Geger. Di Geger yang bersangkutan sembahyang, mohon agar diberikan keselamatan. Dia juga berjanji (masasangi) akan membangun palinggih. Setelah terhindar dari malapetaka, kaul itu pun ditebus dengan mendirikan meru tumpang tiga. “Tiap piodalan ada saja warga Puri Satria tangkil ke pura ini,” terang Sania. Di mandala tengah yang lapang, pohon sawo kecik tua nan rindang berdiri kukuh, mengepakkan daun-daunnya yang hijau. Tampak burung-burung bercengkerama tenang di sini. Di bawah pohon sawo kecik ini terdapat tugu, tempat memuja Ida Batara Ratu Gde Panataran Ped, Nusa Penida. Di Pura Geger, keindahan dan ketenangan itu terasa begitu sempurna, memang, di bawah buaian sinar rembulan purnama. Dari titik ketinggian ini, Nusa Dua, Jimbaran, hingga Kuta, bahkan Denpasar yang riuh dan pikuk oleh gemerlap lampu listrik dan bisnis pelancongan pun tampak dekat, nyata, nun di kerendahan sana—lalu mengusik, begitu kontras. Kerap Digedor Tengah MalamKapan waktu paling sibuk dan melelahkan bagi para pamangku Pura Geger? Ada dua jawaban. Pertama, ketika berlangsung piodalan, Purnama Kenem. Waktu itu, jan banggul Ida Batara Pura Geger ini jelas harus berlama-lama di tempat suci ini. Mereka mesti meladeni warga yang datang dari seantero jagat Bali yang hendak menghaturkan bakti. Kehadiran pamedek yang tak menentu—terkadang pagi-pagi, banyak pula tangkil malam hari menjadikan para pamangku harus siaga setiap saat. Apalagi semenjak dibuka langsung akses jalan ke pura, orang dari luar Nusa Dua bertambah banyak hadir. ”Kami kurang enak hati melihat orang yang sudah datang dari jauh, ternyata sampai di pura tak ada pamangku,” Nyoman Repot, Pamangku Pura Geger Dalem Pamutih, berdalih. Itu sebab, selama piodalan berlangsung antar-pamangku bergilir waktu bertugas. Satu lagi hari-hari pamangku Pura Geger harus siap-siap menanti dan begadang mengantarkan bakti umat adalah menjelang hajatan besar politik, seperti pemilu dan pemilihan kepala daerah. Tempat suci ini nyaris tak pernah sepi pengunjung. Ada saja yang datang, dari tokoh masyarakat, tokoh politik, petinggi daerah, hingga warga biasa. Kehadiran mereka juga tiada menentu. Sesuai pengalaman, Jero Mangku Made Sania, pangayah di Pura Geger, terkadang pagi sampai sore sepi. “Namun, begitu pulang, menjelang tengah malam ada yang datang mengedor-gedor pintu rumah, minta agar pamangku hadir ke pura,” tuturnya. Sebagai pamangku yang tugas pokoknya mengantarkan bakti umat, dia jelas tak hendak menolak. Langsung berangkat saat itu pula. “Saya tak berani memastikan maksud dan tujuan kehadiran pamedek dimaksud. Mungkin mereka memohon keselamatan agar yang akan dilaksanakan berjalan lancar.

